WAYANG KULIT DAN WAYANG GOLEK WAYANG DUA DAN TIGA DIMENSI

Wayang merupakan sebuah kata yang sulit diterjemahkan;
dapat berarti ‘bayangan’ atau ‘gambar’, atau ‘citraan’. Ke-
cenderungan orang asing menyebut wayang dengan shadow-puppet
theaters. Hal ini menyebabkan anggapan yang salah bahwa bayangan
merupakan sarana ungkap keindahan seni panggung yang satu ini.
Sebenarnya, bayangan hanya terdapat dalam teater wayang kulit
dengan boneka kulit dwi-matra atau dua dimensi. Sedangkan wayang golek berbentuk  tri-matra  atau tiga dimensi . Wayang golek  adalah sebuah
ragam wayang yang terbuat dari kayu, dari Jawa dan Sunda), dalam pertunjukannya , tidak diberi layar dan bayangan sama sekali bukan bagian dari pertunjukan.

Wayang melukiskan manusia, binatang, atau raksasa, dan
juga tokoh berbudi halus, kuat, dan lucu. Setiap tokoh yang
menonjol memiliki ragam yang disebut wanda, yakni
penggambaran watak untuk mengungkapkan perasaan dan keadaan
tertentu. Setiap tokoh dapat memiliki empat, lima, atau bahkan
duabelas wanda yang masing-masing mewakili perasaan berbeda,
dilihat dari “tundukan” kepala, badan, lekukan mata dan mulut, jarak
antara mata dan alis, jarak antara mata dan mulut, serta warna yang
digunakan.

Pementasan wayang merupakan sebuah kegiatan budaya se-
tempat yang meliputi unsur kepercayaan, kebiasaan sosial, serta
tradisi, seni, dunia gaib, pendidikan, dan pandangan hidup. Semua
ini terjadi di atas dan di luar panggung. Tuan rumah, dalang dan
para pemusiknya, penonton dan penyedia makanan semua
merupakan unsur kegiatan budaya yang khas ini. Tidak akan ada
dua pementasan wayang yang sama persis, bahkan dengan dalang
dan cerita yang sama.

Tidak ada naskah baku; balungan lakon, atau garis cerita, diisi
oleh dalang jika ia merasa perlu. Keahlian dalang sangat me-
nentukan. Ia harus mampu menemukan pemecahan persoalan-
persoalan sambil tetap dalam garis kebenaran dan kenyataan hidup,
karena penonton tidak hanya akan membandingkan pemecahan-
pemecahan yang diberikan dalang lain, tetapi mungkin juga
membicarakannya dengan teman-teman. Kebebasan dalang
dalam mengisi cerita disebut sanggit.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 2 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: