Seni yang indah dan indah yang bukan seni

Pembicaraan tentang keindahan dan seni bisa diperjelas dengan ilustrasi sebagai berikut :
Ada seorang putri cantik yang sedang patah hati. Untuk melipur lara ia pergi ke pantai, melihat ombak yang berderai . Dari jauh tampak ombak yang jauh mendekat kemudian membasahi kaki sang putri yang mulus putih. Angin laut sepoi poi basa menembus sampai ke hati. Awan cerah berwarna-warni menghiasi langit yang memantul di air laut yang berkilau. Dan sang putri menjadi betah menikmati pemandangan yang mempesona, dan tak jemu memandang sampai langitpun gelap ditinggal sang surya.
Dengan ilustrasi diatas bisa dibayangkan keindahan pantai diwaktu senja, yang bisa mempengaruhi suasana hati yang sedang sengsara berubah menjadi gembira. Keindahan alam menjadikan perasaan nyaman, aman, tenteram dan damai. Demikian juga andaikata keindahan alam itu dibuat lukisan, orang tak akan jemu menikmati suasana aman, nyaman dan tenteram yang tergambar dalam lukisan tersebut.

Walaupun demikian, kenikmatan yang disebabkan oleh keindahan berbeda dengan kenikmatan yang disebabkan oleh keindahan taman atau lukisan. Pada proses menikmati keindahan alam ,   manusia (pengamat) adalah bagian dari alam yang  menyatu dan luluh menjadi satu dengan alam sehingga lenyaplah perbedaan antara pengamat dengan alam,  pengamat mau menerima keindahan alam sepenuh hati tanpa ada penolakan sama sekali. Proses keterpaduan antara pengamat dan alam terjadi dalam tempo sekejap, namun cukup menimbulkan rasa haru dan pesona.

Berbeda dengan pengamatan terhadap lukisan, misalnya pemandangan alam pantai. Dalam hal ini pengamat bukan bagian dari lukisan, jiwa pengamat bangkit dan aktif mengingat kembali keindahan alam  dan  mencari keindahan  yang tersirat dalam lukisan . Jejak kwas, garis, warna dan bidang adalah perlambangan  keseluruhan keindahan pantai. Proses penikmatan sampai pada pesona bagi pengamat sama dengan proses pesona pelukisnya yaitu dapat menerjemahkan keindahan alam  dari  lambang yang berupa lukisan. Ia merasakan kenikmatan dan terpesona karena dapat menelusuri peristiwa batin senimannya dan peristiwa batin sendiri. Rasa nikmat dan pesona yang diperoleh karena keindahan lukisan disebabkan oleh seni yang terkandung di dalam lukisan.

Lukisan pemandangan yang indah adalah seni. sedangkan pemandangan alam yang indah bukan seni. Keduanya indah, keindahan alam adalah ciptaan Tuhan, keindahan lukisan adalah keindahan seni yang diciptakan seniman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 3 other followers

%d bloggers like this: