SENI ORNAMEN

Salah satu kebutuhan manusia dalam melengkapi bentuk kebudayaannya adalah kesenian, ia merupakan perwujudan dari kebutuhan manusia akan perasaan keindahan.
Sebagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan maka seni selalu mengikuti kebutuhan manusia, dimana ada manusia disitu ada seni. Alam merupakan perwujudan keindahan ciptaan Tuhan. Oleh karena itu alam sering menjadi tema dalam perwujudan kesenian. Sering juga pencipta seni menampilkan wujud keindahan yang berasal dari alam, namun hasilnya berbentuk lepas dari bentuk keindahan alam, atau masih terlihat mendekati bentuk keindahan alam.
Perwujudan keindahan ini dituangkan dalam berbagai macam seni, salah satunya adalah seni hias menghias atau seni ornamen. Ornamen dibentuk untuk mengisi bidang-bidang kosong dengan isian motif dan pola hias tertentu. Ornamen pada suatu benda atau bidang tidak hanya semata untuk memperindah, terkadang dimaksudkan untuk mewujudkan simbol-simbol tertentu, misalnya pada benda-benda pusaka atau bangunan tempat-tempat keagamaan.
Wujud ornamen pada awalnya menggunakan pola hias sederhana, kemudian pada masa selanjutnya bentuknya semakin kaya.

PENGERTIAN ORNAMEN

Kata ornamen berasal dari bahas Latin “ornare”, yang berarti menghias, dalam artian sesuatu yang asal mulanya kosong diisi hiasan sehingga tidak kosong. Ornamen dalam seni rupa artinya mengisi kekosongan suatu bidang atau ruang. Kekosongan bidang atau ruang diisi dengan motif dan pola hias tertentu sehingga menjadi indah.
Disamping fungsi utamanya sebagai pengisi kekosongan bidang, ornamen juga mempunyai fungsi lain. Dalam pandangan masyarakat pada masa lampau, terutama masaPra Sejarah dan Hindu Budha, fungsi ornamen adalah sebagai media untuk melampiaskan hasrat pengabdian, persembahan, penghormatan dan kebaktian terhadap nenek moyang, dengan kata lain ornamen disamping mempunyai fungsi menghias juga mempunyai fungsi simbolis. Sebagai contoh, motif hias burung dalam nekara perunggu adalah simbol arwah nenek moyang, gajah dipakai simbol kendaraan arwah. Demikian juga dalam ornamen Hindu Budha dikenal hiasan Kala-Makara, yang dianggap sebagai simbol penolak kejahatan.

 

 

 

 

Hiasan Kala-Makara

Motif hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar dalam perwujudan ornamen atau ragam hias, yang meliputi segala bentuk alami ciptaan Tuhan (binatang,tumbuh-tumbuhan, manusia ,gunung, air ,awan dan lain-lain) dan hasil kreasi manusia (bentuk garis,bidang, motif khayalan kinara-kinari atau mahluk ajaib lainnya). Sedang  pola hias merupakan unsur dasar yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk menyusun suatu hiasan.Ia mengandung pengertian suatu hasil susunan dari motif hias tertentu dalam bentuk dan komposisi yang tertentu pula, sebagai contoh pola hias kawung.

 

 

 

Motif hiasan kawung pada batik

Bertolak dari pengertian motif dan pola hias seperti tersebut diatas, maka kita dapat membatasi pengertian ornamen adalah susunan pola hias yang menggunakan motif tertentu dengan menggunakan kaidah tertentu pada suatu bidang atau ruang, sehingga bentuk yang dihasilkan menjadi lebih indah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 3 other followers

%d bloggers like this: